|
Kesenian Mamanda dan Wayang Kulit Hibur Warga Cantung |
|
Sabtu, 06 Pebruari 2010 |
|
Swara SA-IJAAN® Bertempat di Terminal Cantung Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru bekerjasama dengan Yayasan Pusaka Sa-ijaan menggelar kesenian tradisional Mamanda dan Wayang Kulit.
Pegelaran mamanda ini disambut antusias warga untuk menyaksikannya sehingga memenuhi terminal Cantung yang memang tidak begitu luas. Anang Marendra Bayu sebagai stage manajer mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun dengan sasaran pertunjukan di pelosok-pelosok dalam rangka mempromosikan kebudayaan Banjar. Pertunjukan Mamanda untuk tahun ini dilaksanakan di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Kelumpang Hulu, Kelumpang Barat, Pulau Laut Tengah, Pulau Laut Timur dan Kecamatan Pulau Laut Utara. Sedangkan pemainnya kebanyakan diambil dari generasi muda di bawah naungan Yayasan Pusaka Sa-ijaan. Camat Kelumpang Hulu yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Syamsuddin.M.NS, S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa seiring dengan derasnya arus globalisasi dan informasi tidak menutup kemungkinan akan mengancam keberadaan seni tradisional yang memang jarang sekali dipertunjukkan. Oleh sebab itu kita semua bertanggung jawab untuk tetap menjaga dan melestarikannya, jelas Syamsuddin. Mamanda yang dilaksanakan di Cantung ini berjudul “Kabut di Kampung Pamali Basinggah”, dimana lakon ini menceritakan Perdana Menteri yang akan melakukan kudeta terhadap kerajaan. (safruddin) |